PENYEBAB
KESOMBONGAN
Oleh: Awaluddinsyah, SPd.
ALHAMDLLLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN, WAL ‘AQIBATUL LIL MUTTAQIIN.
WA LAA ‘UDWAANA ILLA ‘ALAZHOOLIMIIN. ASYHADU ANLAA ILAHA ILALLAH, WAH DAHULAA
SYARIIKALAHUL HAQQUL MUBIIN. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA ROSULUHUS
SHODIQUL WA’ DIL AMIIN. ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALAA
ALIHI WA SHOHBIHI AJMA ‘IIN. AMMAA BA’DU, FAYAA IBAADALLAAH, ITTAQULLAAHA HAQQO
TUQOTIH WA LAA TAMUUTUNNA WA ANTUM MUSLIMUUN.
Saudara-saudara
jamaah Jumat yang mulia,
Marilah
kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba yang bertakwa, dengan tetap
melaksanakan perintah Allah, dan senantiasa pula untuk berusaha menjauhi
larangan Allah, sembari kita mengharapkan pertolongan Allah swt agar diberi
kekuatan dan kewaspadaan untuk terhindar dari godaan Iblis laknatullah, yang
senantiasa berupaya menyesatkan kehidupan manusia dan mengajak mengingkari
kebenaran sehingga jauh dari ajaran Allah dan rasul. Na ‘udzu billahi min
zalik.
Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah,
Bahwa dosa pertama mahluk terhadap Tuhannya adalah
dosa kesombongan. Pelakunya adalah Iblis. Kesombongan tidak hanya menyebabkan
lupa diri kepada Allah, tetapi juga dapat menyebabkan durhaka kepada Allah,
karena telah membantah dan mengingkari perintah Allah. Iblis lupa siapa
dirinya, dibanding dengan kebesaran dan keagungan Allah. Ketika Iblis
diperintah Allah untuk sujud memberi penghormatan kepada Nabi Adam as, dengan
berani dan lantang Iblis menolak perintah Allah tersebut.
Sebagaimana disebutkan dalam al-quran Surah Al-A’raf ayat 12 ; QULNAA LIL
MALAA-IKATIS JUDUU LI ADAMA FASAJADU ILLA IBLIS, LAM YAKUM MINAS SAJIDIIN” (Allah berfirman, kami katakan kepada para
malaikat, bersujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun bersujud, kecuali Iblis
yang ingkar kepada perintah itu, dia tidak termasuk golongan yang bersujud).
Allah bertanya kepada Iblis : “QOO LA MAA MANA ‘AKA ALLA TASJUDA IDZ AMAR TUKA”
(Apakah yang menghalangimu untuk bersujud
memberikan penghormatan kepada Adam?). Iblis menjawab : “QOO LA, ANAA KHOIRUM
MINHU, KHOLAQTANII MIN NAAR, WA KHOLAQTAHU MIN THIIN” (Kata Iblis, aku lebih baik dari Adam, Engkau ciptakan aku dari api,
sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah).
Atas penolakan Iblis terhadap perintah Allah, maka
Allah murka dan mengutuk Iblis. Bagaimana sikap Iblis terhadap laknat Allah
tersebut? Iblis bukan merenungi dan menyesali perbuatannya, malah dia semakin
berani menghujat dan mencerca Allah.
Saudara-saudara, jika kita pahami dari dialog Allah
dengan Iblis yang tersebut dalam Al-Quran, bahwa munculnya kesombongan itu
diawali dari rasa iri, kemudian menjadi keakuan diri. Yaitu merasa aku paling
lebih dari yang lain, merasa aku paling hebat, dan merasa aku paling sempurna.
Dalam hal ini Iblis merasa paling hebat dari Adam, Iblis merasa paling sempurna
dari Adam, dan Iblis merasa lebih tinggi dan mulia kedudukannya dari Adam.
Sehingga ia enggan untuk bersujud memberi penghormatan kepada Adam. Sifat
kemaha sempurnaan yang hanya milik Allah seakan menjadi miliknya. Oleh karena
itu waspadalah kita jangan sampai terjangkit dengan kesombongan.
Iblis telah bersumpah di hadapan Allah, untuk
menularkan virus kesombongan ini kepada manusia melalui berbagai cara dan
upaya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 17 : “TSUMMA
LA ATIYANNAHUM MIM BAINI AIDIHIM, WA MIN KHOLFIHIM, WA ‘AN AIMANIHIM, WA ‘AN
SYAMAA ILIHIM, WA LAA TAJIDU AKSYAROHUM SYAKIRIIN” (Iblis menyatakan, Aku akan mendatangi Adam dan anak cucunya sampai
hari akhirat, untuk menyesatkannya. Aku akan perdaya mereka dari berbagai arah;
dari depan, dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. “WA LAA TAJIDU
AKSYAROHUM SYAKIRIIN” Dan Engkau wahai Tuhan, tidak akan mendapati kebanyakan
mereka sebagai orang-orang yang bersyukur)
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Ada beberapa celah yang dapat dijadikan Iblis sebagai
perangkap atau jebakan untuk menularkan virus kesombongan kepada ummat manusia,
diantaranya :
Pertama, melalui lmu pengetahuan.
Iblis senantiasa menghasud orang-orang yang berilmu
agar merasa sombong dengan ilmunya, berlaku takabbur dengan pengetahuannya,
membanggakan diri dengan kelebihannya. Orang yang terjebak akan menganggab
dirinya paling berilmu, ia lupa bahwa ilmu itu adalah milik Allah.
Kedua, melalui Amal ibadah.
Kesombongan secara halus, juga ditiupkan Iblis kepada
para ahli ibadah. Dengan ibadah yang dilakukannya tidak sedikit orang yang
terjebak, merasa seolah-olah telah menjadi orang yang paling taat, merasa
menjadi orang yang paling hebat amalnya, dan merasa orang yang paling bersih
dirinya dari dosa. Akibatnya dia akan mencemooh dan merendahkan amal ibadah
orang lain, dan membanggakan amal ibadahnya sendiri, merasa takjub dengan
ibadah yang dikerjakannya.
Ketiga, melalui harta kekayaan.
Harta, kekayaan dan kemewahan juga banyak membuat
orang lupa diri. Iblis menggoda
pemiliknya untuk menjauhkan dari ajaran Allah dan Rasul. Sehingga menjadi
sombong, angkuh dan tinggi hati di hadapan Allah apalagi dihadapan sesama
manusia. Orang-orang miskin dan lemah tidak diperduli, akhirnya sifat
kikirnyapun semakin menjadi, sehingga membawa kekufuran dan murka ilahi.
Keempat, melalui kedudukan dan jabatan.
Iblis senantiasa mempengaruhi orang yang punya
kedudukan dan jabatan untuk berbuat kesombongan, sekecil dan serendah apapun
jabatan yang diemban. Melalui kekuasaan, kewenangan, dan kebijakan yang ada
pada orang tersebut, Iblis tetap
berupaya untuk membelokkan amanah yang telah di percayakan kepadanya.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sebagai kesimpulan khutbah kita, hindarilah sifat iri,
sombong, angkuh dan takabbur. Janganlah kita sombong dengan kelebihan Ilmu yang
ada pada diri kita. Janganlah kita merasa sombong dengan amal ibadah yang kita
laksanakan. Janganlah kita sombong dengan harta kekayaan yang dititipkan kepada
kita, dan janganlah kita sombong dengan jabatan yang diamanahkan kepada kita.
Sebab semuanya itu adalah pemberian Allah yang harus disyukuri. Akhirnya
marilah kita berserah diri kepada Allah untuk mohon kekuatan dan perlindungan
Allah dari kesombongan Iblis laknatullah.
BAROKALLAHU LII WA LAKUM, WA LISAA IRIL MUKMINIIN,
INNAHU HUWAL GHOFURUR ROHIIM, WA QUL ROBBIGH FIR WAR HAM WA ANTA KHOIRUR
ROHIMIIN.
Artikelnya keren sangat membantu.trim sob
BalasHapusPERTAMINI BISA DI KRIDIT SURABAYA 1 X
PERTAMINI BISA DI KRIDIT SURABAYA 2 X
PERTAMINI BISA DI KRIDIT SURABAYA 3 X
AGEN PERTAMINI SURABAYA
JUAL PERTAMINI MANUAL
GROSIR PERTAMINI SURABAYA
PUSAT PERTAMINI SURABAYA
Pusat Pertamini Murah Surabaya
Jual Pertamini Bensin Surabaya
Pusat Pom Mini Surabaya
Jual Pom Mini Surabaya Murah
Pertamini Digital Surabaya Murah
Agen Pertamini Surabaya
Jual Pertamini Di Surabaya
Agen Pertamini Sentuh
Agen Pertamini Sentuh
Sering Kedinginan Saat Hamil, Normalkah ?
Mengapa Janinku Tidak Bergerak ?
Adakah Manfaat Bedrest Saat Hamil ?
Merencanakan Tanggal Kelahiran Bayi dengan Hypnobirthing
10 Hal yang Bisa Memicu Perdarahan Usai Bersalin
Tidak Mual Berarti Mengandung Anak Laki-laki, Benarkah ?
Yang Harus Mama Lakukan Saat Ketuban Pecah