Kamis, 20 September 2012

PENYEBAB KESOMBONGAN


PENYEBAB KESOMBONGAN
Oleh: Awaluddinsyah, SPd.

ALHAMDLLLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN, WAL ‘AQIBATUL LIL MUTTAQIIN. WA LAA ‘UDWAANA ILLA ‘ALAZHOOLIMIIN. ASYHADU ANLAA ILAHA ILALLAH, WAH DAHULAA SYARIIKALAHUL HAQQUL MUBIIN. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA ROSULUHUS SHODIQUL WA’ DIL AMIIN. ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALAA ALIHI WA SHOHBIHI AJMA ‘IIN. AMMAA BA’DU, FAYAA IBAADALLAAH, ITTAQULLAAHA HAQQO TUQOTIH WA LAA TAMUUTUNNA WA ANTUM MUSLIMUUN.


Saudara-saudara jamaah Jumat yang mulia,
Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba yang bertakwa, dengan tetap melaksanakan perintah Allah, dan senantiasa pula untuk berusaha menjauhi larangan Allah, sembari kita mengharapkan pertolongan Allah swt agar diberi kekuatan dan kewaspadaan untuk terhindar dari godaan Iblis laknatullah, yang senantiasa berupaya menyesatkan kehidupan manusia dan mengajak mengingkari kebenaran sehingga jauh dari ajaran Allah dan rasul. Na ‘udzu billahi min zalik.

Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah,
Bahwa dosa pertama mahluk terhadap Tuhannya adalah dosa kesombongan. Pelakunya adalah Iblis. Kesombongan tidak hanya menyebabkan lupa diri kepada Allah, tetapi juga dapat menyebabkan durhaka kepada Allah, karena telah membantah dan mengingkari perintah Allah. Iblis lupa siapa dirinya, dibanding dengan kebesaran dan keagungan Allah. Ketika Iblis diperintah Allah untuk sujud memberi penghormatan kepada Nabi Adam as, dengan berani dan lantang Iblis menolak perintah Allah tersebut.

Sebagaimana disebutkan dalam al-quran  Surah Al-A’raf ayat 12 ; QULNAA LIL MALAA-IKATIS JUDUU LI ADAMA FASAJADU ILLA IBLIS, LAM YAKUM MINAS SAJIDIIN” (Allah berfirman, kami katakan kepada para malaikat, bersujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun bersujud, kecuali Iblis yang ingkar kepada perintah itu, dia tidak termasuk golongan yang bersujud). Allah bertanya kepada Iblis : “QOO LA MAA MANA ‘AKA ALLA TASJUDA IDZ AMAR TUKA” (Apakah yang menghalangimu untuk bersujud memberikan penghormatan kepada Adam?). Iblis menjawab : “QOO LA, ANAA KHOIRUM MINHU, KHOLAQTANII MIN NAAR, WA KHOLAQTAHU MIN THIIN” (Kata Iblis, aku lebih baik dari Adam, Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah).

Atas penolakan Iblis terhadap perintah Allah, maka Allah murka dan mengutuk Iblis. Bagaimana sikap Iblis terhadap laknat Allah tersebut? Iblis bukan merenungi dan menyesali perbuatannya, malah dia semakin berani menghujat dan mencerca Allah.

Saudara-saudara, jika kita pahami dari dialog Allah dengan Iblis yang tersebut dalam Al-Quran, bahwa munculnya kesombongan itu diawali dari rasa iri, kemudian menjadi keakuan diri. Yaitu merasa aku paling lebih dari yang lain, merasa aku paling hebat, dan merasa aku paling sempurna. Dalam hal ini Iblis merasa paling hebat dari Adam, Iblis merasa paling sempurna dari Adam, dan Iblis merasa lebih tinggi dan mulia kedudukannya dari Adam. Sehingga ia enggan untuk bersujud memberi penghormatan kepada Adam. Sifat kemaha sempurnaan yang hanya milik Allah seakan menjadi miliknya. Oleh karena itu waspadalah kita jangan sampai terjangkit dengan kesombongan.

Iblis telah bersumpah di hadapan Allah, untuk menularkan virus kesombongan ini kepada manusia melalui berbagai cara dan upaya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 17 : “TSUMMA LA ATIYANNAHUM MIM BAINI AIDIHIM, WA MIN KHOLFIHIM, WA ‘AN AIMANIHIM, WA ‘AN SYAMAA ILIHIM, WA LAA TAJIDU AKSYAROHUM SYAKIRIIN” (Iblis menyatakan, Aku akan mendatangi Adam dan anak cucunya sampai hari akhirat, untuk menyesatkannya. Aku akan perdaya mereka dari berbagai arah; dari depan, dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. “WA LAA TAJIDU AKSYAROHUM SYAKIRIIN” Dan Engkau wahai Tuhan, tidak akan mendapati kebanyakan mereka sebagai orang-orang yang bersyukur)

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Ada beberapa celah yang dapat dijadikan Iblis sebagai perangkap atau jebakan untuk menularkan virus kesombongan kepada ummat manusia, diantaranya :

Pertama, melalui lmu pengetahuan.
Iblis senantiasa menghasud orang-orang yang berilmu agar merasa sombong dengan ilmunya, berlaku takabbur dengan pengetahuannya, membanggakan diri dengan kelebihannya. Orang yang terjebak akan menganggab dirinya paling berilmu, ia lupa bahwa ilmu itu adalah milik Allah.

Kedua, melalui Amal ibadah.
Kesombongan secara halus, juga ditiupkan Iblis kepada para ahli ibadah. Dengan ibadah yang dilakukannya tidak sedikit orang yang terjebak, merasa seolah-olah telah menjadi orang yang paling taat, merasa menjadi orang yang paling hebat amalnya, dan merasa orang yang paling bersih dirinya dari dosa. Akibatnya dia akan mencemooh dan merendahkan amal ibadah orang lain, dan membanggakan amal ibadahnya sendiri, merasa takjub dengan ibadah yang dikerjakannya.

Ketiga, melalui harta kekayaan.
Harta, kekayaan dan kemewahan juga banyak membuat orang lupa diri. Iblis  menggoda pemiliknya untuk menjauhkan dari ajaran Allah dan Rasul. Sehingga menjadi sombong, angkuh dan tinggi hati di hadapan Allah apalagi dihadapan sesama manusia. Orang-orang miskin dan lemah tidak diperduli, akhirnya sifat kikirnyapun semakin menjadi, sehingga membawa kekufuran dan murka ilahi.

Keempat, melalui kedudukan dan jabatan.
Iblis senantiasa mempengaruhi orang yang punya kedudukan dan jabatan untuk berbuat kesombongan, sekecil dan serendah apapun jabatan yang diemban. Melalui kekuasaan, kewenangan, dan kebijakan yang ada pada orang tersebut,  Iblis tetap berupaya untuk membelokkan amanah yang telah di percayakan kepadanya. 

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sebagai kesimpulan khutbah kita, hindarilah sifat iri, sombong, angkuh dan takabbur. Janganlah kita sombong dengan kelebihan Ilmu yang ada pada diri kita. Janganlah kita merasa sombong dengan amal ibadah yang kita laksanakan. Janganlah kita sombong dengan harta kekayaan yang dititipkan kepada kita, dan janganlah kita sombong dengan jabatan yang diamanahkan kepada kita. Sebab semuanya itu adalah pemberian Allah yang harus disyukuri. Akhirnya marilah kita berserah diri kepada Allah untuk mohon kekuatan dan perlindungan Allah dari kesombongan Iblis laknatullah.

BAROKALLAHU LII WA LAKUM, WA LISAA IRIL MUKMINIIN, INNAHU HUWAL GHOFURUR ROHIIM, WA QUL ROBBIGH FIR WAR HAM WA ANTA KHOIRUR ROHIMIIN.

1 komentar: