Kamis, 20 September 2012

KHUTBAH JUM'AT OLEH AYAH GUE


DENGAR, LIHAT, DAN FIKIRKAN PILIHAN ANDA

                                    OLEH: AWALUDDINSYAH, SPd.

ALHAMDULULLAHI DZILJALAALI WAL IKROOM, WA SYARI ‘IL HALAALI WAL HARAAM, WAL MU ‘AYYIDUL AHKAAMI BIL AHKAAM
ASYHADU ANLAA ILAHAILALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH, ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIW WAMA WALAH, AMMA BA’DU FAYAA ‘IBADALLAH, ITTAQULLAHA HAQQO TUQOOTIH WA LAA TAMUUTUNNA ILLA WA ANTUM MUSLIMUUN
        
            Saudara-saudara jamah Jumat yang dirahmati Allah,
          Dalam Alqur’an Allah ada berfirman: WALLAHU AKHROJAKUM MIMBUTHUUNI UMMAHATIKUM LAA TA’LAMUUNA SYAI’A (dan Allah mengeluarkan dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa), WA JA’ALA LAKUMUS SAM’A WAL ABSHOOR, WAL AF IDAH, LA’AL LAKUM TASYKURUUN (kemudian Allah memberikan pada mu pendengaran, memberimu penglihatan, dan memberimu akal fikiran agar kamu bersyukur kepada Allah swt)

          Pendengaran yang ada pada kita, bukan hanya dipergunakan untuk mengenal suara. Tetapi lebih dari itu, pendengaran juga dapat dipergunakan untuk mendengarkan keluhan jiwa rumah tangga, keluarga kita yang mungkin hatinya telah tertindas dengan ketidak adilan akibat perbuatan kita. Pendengaran juga dapat dipergunakan untuk mendengarkan rintihan jiran tetangga yang memerlukan bantuan. Bukankah namanya zholim, jika kita tidur dengan perut kenyang sementara ada tetangga yang merintih menahan lapar? Dan pendengaran juga dapat dipergunakan untuk mengetahui situasi dan kondisi masa kini, agar kita berhati-hati dalam menentukan pilihan.  Dengarkanlah ayat-ayat Allah yang terbentang di alam ini dengan arif.

          Penglihatan yang ada pada kita bukan hanya dipergunakan untuk mengenal bentuk, rupa, dan warna benda. Tetapi lebih dari itu, penglihatan juga dapat dipergunakan untuk melihat keadaan rumah tangga kita, keluarga kita yang memerlukan pimpinan, bimbingan, dan kasih sayang untuk membina kehidupan keluarga yang bahagia. Penglihatan juga dapat dipergunakan untuk melihat contoh-contoh kehidupan yang buruk dan yang baik agar menjadi suatu iktibar, menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Penglihatan juga dapat dipergunakan untuk memperhatikan situasi dan kondisi sekarang, agar kita berhati-hati dalam menentukan pilihan jangan sampai tertipu dengan umbar janji. Lihatlah ayat-ayat Allah yang terbentang di alam ini dengan penglihatan yang bijak.

          Akal fikiran yang ada pada kita bukan hanya dipergunakan untuk memikirkan saat sekarang saja. Tetapi lebih dari itu, akal fikiran juga dapat dipergunakan untuk memikirkan bagaimana masa depan keluarga kita, merobah kehidupan keluarga menjadi lebih baik. Akal fikiran juga dapat dipergunakan untuk perduli dengan keadaan masyarakat kita yang semakin hari tidak lagi mautahu dengan nilai atau norma-norma kehidupan, dan semakin lunturnya idialisme individu masyarakat, karena segala-galanya telah diukur dengan materi. Asal ada uang pokoknya beres. Akal fikiran juga dapat dipergunakan untuk membaca situasi dan kondisi saat ini, agar kita tidak salah dalam membuat keputusan. Fikirkanlah ayat-ayat Allah yang terbentang di alam ini dengan cerdas.
          Jika kita arif, bijak, dan cerdas berlandaskan firman-firman Allah dalam mempergunakan pendengaran, mempergunakan penglihatan, dan mempergunakan akal fikiran dalam kehidupan ini, berarti kita telah bersyukur sesuai dengan harapan Allah swt. sebagai mana yang difirmankan oleh Allah pada akhir ayat tersebut yaitu : “LA’AL LAKUM TASYKURUUN” (Agar kamu dapat bersyukur). Itulah tujuan diberikannya kepada kita pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran.

          Bagaimana jika kita tidak mensyukuri anugerah pendengaran, tidak mensyukuri anugerah penglihatan, dan tidak mensyukuri anugerah akal pikiran yang ada pada kita? Allah menjawabnya dalam Alqur’an pada surah Al-A’raf ayat 179 : “ LAHUM QULUUBUL LAAYAF QOHUUNA BIHAA” (mereka ada akal pikiran tetapi tidak dipergunakan dengan benar),  “ WALAHUM A’YUNUL LAAYUBSHIRUNA BIHAA “ (dan mereka ada penglihatan tetapi tidak dipergunakan dengan benar),  “WALAHUM ADZAANUN LAA YASMA’UUNA BIHAA “ (dan mereka punya pendengaran tetapi tidak dipergunakan dengan benar,) maka Allah mengatakan :  “ UULAA IKA KAL AN’AM BALHUM ADHOLLU “ ( samalah derajatnya dengan hewan bahkan lebih hina)
         
          Marilah kita beryukur kepada Allah swt karena kita telah diciptakan menjadi mahluk yang bernama manusia diantara mahluk ciptaan Allah yang ada dimuka bumi ini. Allah berikan kelebihan kepada manusia dari mahluk lainnya dengan akal dan fikiran. Allah berikan martabat kepada manusia melebihi dari mahluk lainnya dengan diberikan rasa malu. Allah berikan jauh lebih sempurna kepada manusia dari mahluk lainnya, dengan diberi ruhaniah.
          Dengan adanya anugerah akal dan fikiran, diberikannya rasa malu, dan diberikannya ruhaniah kepada manusia, menjadikan manusia itu lebih mulia dari mahluk lainnya. Firman Allah :  WALAQOD KAROMNA BANII ADAM “ (dan sesungguhnya telah kami muliakan manusia itu ; Al-Isro’ 70) Dengan akal dan fikiran kita dapat memilah baik dan buruk, dengan rasa malu kita dapat menjaga marwah diri, dan dengan ruhaniah kita dapat mengenal Tuhan serta mengabdi kepada Allah swt.

          Bagaimana jika akal fikiran yang ada pada kita dicabut oleh Allah, maka kedudukannya samalah dengan hewan. Bagaimana rasa malu yang ada pada kita diambil oleh Allah, maka posisinya samalah dengan orang gila. Dan bagaimana jika ruhaniah kita diubah menjadi lebih buruk oleh Allah, maka tak obahnya seperti iblis yang durhaka kepada Allah swt.

          Saudara-saudara jamaah Jumat yang mulia,
          Manusia sebagai individu adalah mahluk Allah, maka wajib mengabdi hanya kepada Allah agar menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Manusia sebagai mahluk social adalah masyarakat yang hidup bersama dengan tatanan nilai, norma, dan adat-istiadat yang harus dihormati. Maka wajiblah kita menjaga kebersamaan untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di masyarakat. Oleh karena itu dalam situasi politik saat ini masyarakat jangan ikut bersaing. Manusia sebagai warga Negara adalah rakyat yang hidup dan mempunyai kewajiban dan hak untuk ikut membangun pemerintahan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai warga Negara yang baik, marilah kita patuhi peraturan dan perundang-undangan tersebut. Sistim yang dianut oleh Negara kita adalah sistim pemerintahan yang demokrasi. Dimana rakyat akan memilih para wakilnya untuk duduk dalam pemerintahan. Selanjutnya wakil kita itulah yang akan ikut menentukan corak Negara, pemerintahan, wilayah, dan daerah kita seperti apa nantinya. Sudah barang tentu, kita menginginkan corak pemerintahan yang akan datang ini sesuai yang disebutkan oleh Allah yaitu : baldatun toyyibatun wa robbun ghofur. Yaitu Negara yang makmur dalam limpahan rahmat Allah swt. Oleh karena itu pilihlah wakil anda yang benar-benar akan memperjuangkan kepentingan rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat.
          Dalam ajaran Islam, apabila kita dihadapkan pada urusan duniawi maupun ukhrowi, untuk menentukan pilihan yang terbaik, maka dengarkanlah dengan arif, lihatlah dengan bijak, dan fikirkan dengan cerdas. Selanjutnya jangan lupa mohon petunjuk Allah, dengan melakukan sholat istikharah. Biarkan Allah yang menentukan pilihan untuk kita. Dan pada tanggal 9 April nanti silakan anda datang memberikan hak suara dengan niat dari Allah, untuk Allah, dan kepada Allah. Bukan karena lainnya, dan bukan karena ego dan ambisi, tetapi karena anda telah mengerti bahwa niat dan gerak perbuatan anda pada hakekatnya dari siapa. Mudah-mudahan Allah akan menuntun kita untuk memilih wakil-wakil rakyat adalah orang yang sesuai dan memiliki sifat siddiq; benar dan memperjuangkan kebenaran, Fathonah; cerdas memiliki wawasan intelektual,  Amanah; jujur terhadap jabatan yang diercayakan kepadanya, dan Tabligh; menyampaikan kepentingan Ummat dalam kehidupan beragama dan bernegara. Jangan pilih wakil yang tidak mau mendengarkan keluhan rakyat, jangan pilih wakil yang tidak mau melihat penderitaan rakyat, dan jangan pilih wakil yang tidak memikirkan kepentingan rakyat.


WAQUR ROBBIGHFIR WARHAM WA ANTA KHOIRURROHIMIIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar