DENGAR, LIHAT, DAN FIKIRKAN
PILIHAN ANDA
OLEH: AWALUDDINSYAH, SPd.
ALHAMDULULLAHI DZILJALAALI WAL
IKROOM, WA SYARI ‘IL HALAALI WAL HARAAM, WAL MU ‘AYYIDUL AHKAAMI BIL AHKAAM
ASYHADU ANLAA ILAHAILALLAH, WA
ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH, ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA
SAYYIDINA MUHAMMADIW WAMA WALAH, AMMA BA’DU FAYAA ‘IBADALLAH, ITTAQULLAHA HAQQO
TUQOOTIH WA LAA TAMUUTUNNA ILLA WA ANTUM MUSLIMUUN
Saudara-saudara jamah Jumat yang
dirahmati Allah,
Dalam Alqur’an Allah ada berfirman: WALLAHU AKHROJAKUM MIMBUTHUUNI UMMAHATIKUM
LAA TA’LAMUUNA SYAI’A (dan Allah mengeluarkan dari perut ibumu dalam keadaan
tidak mengetahui apa-apa), WA JA’ALA LAKUMUS SAM’A WAL ABSHOOR, WAL AF IDAH,
LA’AL LAKUM TASYKURUUN (kemudian Allah memberikan pada mu pendengaran,
memberimu penglihatan, dan memberimu akal fikiran agar kamu bersyukur kepada
Allah swt)
Pendengaran yang ada pada kita, bukan
hanya dipergunakan untuk mengenal suara. Tetapi lebih dari itu, pendengaran
juga dapat dipergunakan untuk mendengarkan keluhan jiwa rumah tangga, keluarga
kita yang mungkin hatinya telah tertindas dengan ketidak adilan akibat
perbuatan kita. Pendengaran juga dapat dipergunakan untuk mendengarkan rintihan
jiran tetangga yang memerlukan bantuan. Bukankah namanya zholim, jika kita
tidur dengan perut kenyang sementara ada tetangga yang merintih menahan lapar?
Dan pendengaran juga dapat dipergunakan untuk mengetahui situasi dan kondisi
masa kini, agar kita berhati-hati dalam menentukan pilihan. Dengarkanlah ayat-ayat Allah yang terbentang
di alam ini dengan arif.
Penglihatan yang ada pada kita bukan
hanya dipergunakan untuk mengenal bentuk, rupa, dan warna benda. Tetapi lebih
dari itu, penglihatan juga dapat dipergunakan untuk melihat keadaan rumah
tangga kita, keluarga kita yang memerlukan pimpinan, bimbingan, dan kasih
sayang untuk membina kehidupan keluarga yang bahagia. Penglihatan juga dapat
dipergunakan untuk melihat contoh-contoh kehidupan yang buruk dan yang baik
agar menjadi suatu iktibar, menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga dalam
menjalani kehidupan di dunia ini. Penglihatan juga dapat dipergunakan untuk
memperhatikan situasi dan kondisi sekarang, agar kita berhati-hati dalam
menentukan pilihan jangan sampai tertipu dengan umbar janji. Lihatlah ayat-ayat
Allah yang terbentang di alam ini dengan penglihatan yang bijak.
Akal fikiran yang ada pada kita bukan
hanya dipergunakan untuk memikirkan saat sekarang saja. Tetapi lebih dari itu,
akal fikiran juga dapat dipergunakan untuk memikirkan bagaimana masa depan keluarga
kita, merobah kehidupan keluarga menjadi lebih baik. Akal fikiran juga dapat
dipergunakan untuk perduli dengan keadaan masyarakat kita yang semakin hari
tidak lagi mautahu dengan nilai atau norma-norma kehidupan, dan semakin
lunturnya idialisme individu masyarakat, karena segala-galanya telah diukur
dengan materi. Asal ada uang pokoknya
beres. Akal fikiran juga dapat dipergunakan untuk membaca situasi dan
kondisi saat ini, agar kita tidak salah dalam membuat keputusan. Fikirkanlah
ayat-ayat Allah yang terbentang di alam ini dengan cerdas.
Jika kita arif, bijak, dan cerdas
berlandaskan firman-firman Allah dalam mempergunakan pendengaran, mempergunakan
penglihatan, dan mempergunakan akal fikiran dalam kehidupan ini, berarti kita
telah bersyukur sesuai dengan harapan Allah swt. sebagai mana yang difirmankan
oleh Allah pada akhir ayat tersebut yaitu :
“LA’AL LAKUM TASYKURUUN” (Agar kamu dapat bersyukur). Itulah tujuan
diberikannya kepada kita pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran.
Bagaimana jika kita tidak mensyukuri
anugerah pendengaran, tidak mensyukuri anugerah penglihatan, dan tidak
mensyukuri anugerah akal pikiran yang ada pada kita? Allah menjawabnya dalam
Alqur’an pada surah Al-A’raf ayat 179 : “
LAHUM QULUUBUL LAAYAF QOHUUNA BIHAA” (mereka ada akal pikiran tetapi tidak
dipergunakan dengan benar), “ WALAHUM
A’YUNUL LAAYUBSHIRUNA BIHAA “ (dan mereka ada penglihatan tetapi tidak
dipergunakan dengan benar), “WALAHUM
ADZAANUN LAA YASMA’UUNA BIHAA “ (dan mereka punya pendengaran tetapi tidak dipergunakan
dengan benar,) maka Allah mengatakan : “ UULAA IKA KAL AN’AM BALHUM ADHOLLU “ (
samalah derajatnya dengan hewan bahkan lebih hina)
Marilah kita beryukur kepada Allah swt
karena kita telah diciptakan menjadi mahluk yang bernama manusia diantara
mahluk ciptaan Allah yang ada dimuka bumi ini. Allah berikan kelebihan kepada
manusia dari mahluk lainnya dengan akal dan fikiran. Allah berikan martabat
kepada manusia melebihi dari mahluk lainnya dengan diberikan rasa malu. Allah
berikan jauh lebih sempurna kepada manusia dari mahluk lainnya, dengan diberi
ruhaniah.
Dengan adanya anugerah akal dan
fikiran, diberikannya rasa malu, dan diberikannya ruhaniah kepada manusia,
menjadikan manusia itu lebih mulia dari mahluk lainnya. Firman Allah : “ WALAQOD
KAROMNA BANII ADAM “ (dan sesungguhnya telah kami muliakan manusia itu ;
Al-Isro’ 70) Dengan akal dan fikiran kita dapat memilah baik dan buruk,
dengan rasa malu kita dapat menjaga marwah diri, dan dengan ruhaniah kita dapat
mengenal Tuhan serta mengabdi kepada Allah swt.
Bagaimana jika akal fikiran yang ada
pada kita dicabut oleh Allah, maka kedudukannya samalah dengan hewan. Bagaimana
rasa malu yang ada pada kita diambil oleh Allah, maka posisinya samalah dengan
orang gila. Dan bagaimana jika ruhaniah kita diubah menjadi lebih buruk oleh
Allah, maka tak obahnya seperti iblis yang durhaka kepada Allah swt.
Saudara-saudara jamaah Jumat yang
mulia,
Manusia sebagai individu adalah mahluk
Allah, maka wajib mengabdi hanya kepada Allah agar menjadi hamba Allah yang
bertaqwa. Manusia sebagai mahluk social adalah masyarakat yang hidup bersama
dengan tatanan nilai, norma, dan adat-istiadat yang harus dihormati. Maka
wajiblah kita menjaga kebersamaan untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di
masyarakat. Oleh karena itu dalam situasi politik saat ini masyarakat jangan
ikut bersaing. Manusia sebagai warga Negara adalah rakyat yang hidup dan
mempunyai kewajiban dan hak untuk ikut membangun pemerintahan sesuai dengan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai warga Negara yang baik,
marilah kita patuhi peraturan dan perundang-undangan tersebut. Sistim yang
dianut oleh Negara kita adalah sistim pemerintahan yang demokrasi. Dimana
rakyat akan memilih para wakilnya untuk duduk dalam pemerintahan. Selanjutnya
wakil kita itulah yang akan ikut menentukan corak Negara, pemerintahan,
wilayah, dan daerah kita seperti apa nantinya. Sudah barang tentu, kita
menginginkan corak pemerintahan yang akan datang ini sesuai yang disebutkan
oleh Allah yaitu : baldatun toyyibatun wa
robbun ghofur. Yaitu Negara yang makmur dalam limpahan rahmat Allah swt. Oleh karena itu pilihlah wakil
anda yang benar-benar akan memperjuangkan kepentingan rakyat, dari rakyat, dan
untuk rakyat.
Dalam ajaran Islam, apabila kita
dihadapkan pada urusan duniawi maupun ukhrowi, untuk menentukan pilihan yang
terbaik, maka dengarkanlah dengan arif, lihatlah dengan bijak, dan fikirkan
dengan cerdas. Selanjutnya jangan lupa mohon petunjuk Allah, dengan melakukan
sholat istikharah. Biarkan Allah yang menentukan pilihan untuk kita. Dan pada
tanggal 9 April nanti silakan anda datang memberikan hak suara dengan niat dari
Allah, untuk Allah, dan kepada Allah. Bukan karena lainnya, dan bukan karena
ego dan ambisi, tetapi karena anda telah mengerti bahwa niat dan gerak
perbuatan anda pada hakekatnya dari siapa. Mudah-mudahan Allah akan menuntun
kita untuk memilih wakil-wakil rakyat adalah orang yang sesuai dan memiliki
sifat siddiq; benar dan memperjuangkan kebenaran, Fathonah;
cerdas memiliki wawasan intelektual, Amanah;
jujur terhadap jabatan yang diercayakan kepadanya, dan Tabligh; menyampaikan
kepentingan Ummat dalam kehidupan beragama dan bernegara. Jangan pilih wakil
yang tidak mau mendengarkan keluhan rakyat, jangan pilih wakil yang tidak mau
melihat penderitaan rakyat, dan jangan pilih wakil yang tidak memikirkan
kepentingan rakyat.
WAQUR
ROBBIGHFIR WARHAM WA ANTA KHOIRURROHIMIIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar