Kamis, 20 September 2012

FUNGSI AL-QUR’AN


FUNGSI AL-QUR’AN
                                                                                                   Oleh : Awaluddinsyah

          Puji dan syukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan  nikmat Iman dan Islam kepada kita, sehingga sampai saat ini, kita masih melaksanakan ibadah puasa di bagian 2/3 bulan Ramadhan. Semoga saja, ibadah puasa yang kita laksanakan pada hari ini, dan sampai akhir Ramadhan nanti benar-bebar hendaknya dilandasi dengan kekuatan iman, sabar dan keikhlasan.

          Sholawat dan salam kita limpahkan keharibaan junjungan Nabi Muhammad Rasulullah saw. Karena dengan jasa dan perjuangannya, agama yang kita anut ini yakni Islam dapat memberikan pencerahan jiwa kepada kita, sehingga kita berada pada jalan dan petunjuk Allah swt. terhindar dari kesesatan dan kekufuran.

          Saudara-saudara Jamaah Jumat yang mulia.
          Dalam kehidupan kita, yaitu kehidupan manusia diperlukan suatu aturan yang dapat menata keserasian hidup, menyangkut hubungan dengan Tuhan, dan hubungan dengan sesama manusia di alam ini, yang dalam bahasa agama disebut Hablun minallah wa habblun minannas.  Mengapa kehidupan manusia dibatasi dengan aturan-aturan? Untuk menjaga martabat dan kemulyaan manusia yang telah dianugerahkan oleh Allah, sebagai mahluk yang jauh lebih sempurna dari mahluk yang lainnya. Dan mahluk yang tidak dikenai aturan dalam kehidupan, Mahluk yang tidak dikenai hokum dalam berbuat, dan dalam bertingkah laku, adalah mahluk yang bernama hewan. Oleh karena itu  tidak ada agama yang dianut oleh hewan, tidak ada rambu-rambu kehidupan yang wajib dipatuhi oleh hewan, dan tidak ada hukum dalam masyarakat hewan. Agama, hukum, dan peraturan itu hanya diperuntukkan kepada manusia.

          Dan untuk menata kehidupan beragama bagi manusia di muka bumi ini, Allah mengutus rasul-rasul-Nya, sebagai penyampai ajaran yang bernilai kebenaran dengan membawa kitab suci. Kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt. memberikan kitab suci Al-Qur’an, yang diturunkan secara berangsur-angsur, untuk menjawab suatu peristiwa yang terjadi ketika itu, dan sefakat para ulama, bahwa permulaan Al-Qur’an diturunkan pada malam 17 Ramadhan. Firman Allah pada Surah Al-Baqorah : 185 : SYAHRU ROMADHOONALLADZII UNDJILA FIIHILQUR’AANU, HUDALLINNAASI WA BAYYINAATIN MINAL HUDAA WAL FURQOON  (pada bulan Ramadhan diturunkan Al-qur’an sebagai petunjuk, sebagai pedoman bagi manusia, dan sebagai penjelas, pembeda antara yang benar dan yang salah, antara yang baik dan yang buruk)
          Pada ayat tersebut, mengandung pengertian mengenai fungsi Al-Qur’an diturunkan kepermukaan bumi ini. Yaitu sebagai Al-Huda yang berarti sebagai petunjuk, dan sebagai Al-Furqoon, yang berarti sebagai pembeda. Bagi siapa? Sudah pasti bagi manusia.       
          pertama, Al-Qur’an memberikan petunjuk Aqidah dan kepercayaan yang wajib diyakini oleh manusia, berkenaan dengan keimanan akan keesaan Tuhan dan kepastian adanya Malaikat, adanya Rasul-rasul, adanya kitab-kitab suci, dan adanya hari qiamat, serta qodo dan qadar.
          kedua, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai Ahlak yang murni. Akhlak kepada Tuhan, Akhlak kepada alam, dan akhlak kepada sesama manusia, agar kehidupan manusia itu menjadi serasi, selaras, dan seimbang mendatangkan rahmatal lil alamiin.
          ketiga, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai syariat, dan hukum yang wajib diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, dan hubungan dengan sesama manusia. Atau dengan kata lain, Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus ditempuh untuk mencari ridho Allah swt, mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
                                                                                                            
          Saudara-saudara Jamaah Jumat yang Mulia.
          Al-Qur’an adalah wahyu Allah, sejak diturunkan sampai dunia ini kiamat, tetap terjamin dan terpelihara kemurnian dan keasliannya dari gubahan dan kepalsuan, karena Allah yang menjaganya. Sebagaimana firman Allah, pada Surat Al-Hij: 9 : INNAA NAKHNU NADJALNADZ DZIKRO WA INNAA LAHU LAKHAAFIDZHUUN (sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya). Sehingga Allah memberikan tantangan kepada siapa-siapa yang meragukan Al-Qur’an, untuk membuat dan menyusun lebih kurang satu ayat yang sama dengan Al-Qur’an. Sebagaimana firman-Nya; (Al-Isro’: 88)  QUL LA’INIJTAMA’ATIL INSU WAL JINNU ‘ALAA ANYYAATUU BIMISYLI HAAJAL QUR’AN LA AYAA TUUNA BIMISYLIHI (sesungguhnya jika Manusia dan Jin berkumpul sekalipun bekerja sama untuk membuat yang serupa Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu walaupun hanya membuat satu ayat saja yang serupa dengan Al-Qur’an). Selanjutnya Allah menyatakan : DZALIKAL KITAABU LAA ROIBA FIIHI HUDAL LILMUTTAQIIN (inilah kitab yang tidak ada keraguan, dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang mau betaqwa)

          Saudara-saudara Jamaah Jumat yang mulia.
          Bagaimana sikap ummat Islam terhadap kitab sucinya? Suatu pertanyaan yang saat ini pantas untuk dipertanyakan. Berapa banyak ummat Islam yang ada memiliki Kitab Al-Qur’an di rumahnya?. Berapa banyak ummat Islam yang tidak dapat membaca Al-Qur’an?. Berapa banyak ummat Islam yang mau membaca Al-Qur’an?. Dan berapa banyak ummat Islam yang bisa memahami isi kandungan Al-qur’an?. Serta berapa banyak ummat Islam yang mempedomani Al-Qur’an dalam kehidupannya?. Kebanyakan ummat Islam itu sendiri yang tidak menghiraukan Al-Qur’an. Inilah keadaan ummat Islam terhadap Al-Qur’an. Marilah kita mengajak diri kita masing-masing dan keluarga kita untuk mencintai Al-Qur’an dalam artian, membaca dan mempelajarinya serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan ini, agar memperoleh Ridho Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin ya Allah.

BAA ROKALLAHU LII WA LAKUM FILQUR’ANIL KARIIM WA NAFA ‘ANII WA IYYAAKUM BIMAA FIIHI MINAL AAYAATI WADZ DZIKRIL HAKIM, WA TAQOBBALALLAHU MINNAA WA MINKUM TILAA WA TAHU INNAHU HUWAL ‘ADZIDJUL HAKIIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar