FUNGSI
AL-QUR’AN
Oleh : Awaluddinsyah
Puji dan syukur kepada Allah yang
telah mengkaruniakan nikmat Iman dan
Islam kepada kita, sehingga sampai saat ini, kita masih melaksanakan ibadah
puasa di bagian 2/3 bulan Ramadhan. Semoga saja, ibadah puasa yang kita
laksanakan pada hari ini, dan sampai akhir Ramadhan nanti benar-bebar hendaknya
dilandasi dengan kekuatan iman, sabar dan keikhlasan.
Sholawat dan salam kita limpahkan
keharibaan junjungan Nabi Muhammad Rasulullah saw. Karena dengan jasa dan
perjuangannya, agama yang kita anut ini yakni Islam dapat memberikan pencerahan
jiwa kepada kita, sehingga kita berada pada jalan dan petunjuk Allah swt.
terhindar dari kesesatan dan kekufuran.
Saudara-saudara Jamaah Jumat yang mulia.
Dalam kehidupan kita, yaitu kehidupan
manusia diperlukan suatu aturan yang dapat menata keserasian hidup, menyangkut
hubungan dengan Tuhan, dan hubungan dengan sesama manusia di alam ini, yang
dalam bahasa agama disebut Hablun
minallah wa habblun minannas. Mengapa kehidupan manusia dibatasi dengan
aturan-aturan? Untuk menjaga martabat dan kemulyaan manusia yang telah
dianugerahkan oleh Allah, sebagai mahluk yang jauh lebih sempurna dari mahluk
yang lainnya. Dan mahluk yang tidak dikenai aturan dalam kehidupan, Mahluk yang
tidak dikenai hokum dalam berbuat, dan dalam bertingkah laku, adalah mahluk
yang bernama hewan. Oleh karena itu
tidak ada agama yang dianut oleh hewan, tidak ada rambu-rambu kehidupan
yang wajib dipatuhi oleh hewan, dan tidak ada hukum dalam masyarakat hewan.
Agama, hukum, dan peraturan itu hanya diperuntukkan kepada manusia.
Dan untuk menata kehidupan beragama
bagi manusia di muka bumi ini, Allah mengutus rasul-rasul-Nya, sebagai
penyampai ajaran yang bernilai kebenaran dengan membawa kitab suci. Kepada Nabi
Muhammad saw. Allah swt. memberikan kitab suci Al-Qur’an, yang diturunkan
secara berangsur-angsur, untuk menjawab suatu peristiwa yang terjadi ketika
itu, dan sefakat para ulama, bahwa permulaan Al-Qur’an diturunkan pada malam 17
Ramadhan. Firman Allah pada Surah Al-Baqorah : 185 : SYAHRU ROMADHOONALLADZII UNDJILA FIIHILQUR’AANU, HUDALLINNAASI WA
BAYYINAATIN MINAL HUDAA WAL FURQOON
(pada bulan Ramadhan diturunkan Al-qur’an sebagai petunjuk, sebagai
pedoman bagi manusia, dan sebagai penjelas, pembeda antara yang benar dan yang
salah, antara yang baik dan yang buruk)
Pada ayat tersebut, mengandung
pengertian mengenai fungsi Al-Qur’an diturunkan kepermukaan bumi ini. Yaitu
sebagai Al-Huda yang berarti sebagai petunjuk, dan sebagai Al-Furqoon,
yang berarti sebagai pembeda. Bagi siapa? Sudah pasti bagi manusia.
pertama, Al-Qur’an memberikan
petunjuk Aqidah dan kepercayaan yang wajib diyakini oleh manusia, berkenaan
dengan keimanan akan keesaan Tuhan dan kepastian adanya Malaikat, adanya
Rasul-rasul, adanya kitab-kitab suci, dan adanya hari qiamat, serta qodo dan
qadar.
kedua, Al-Qur’an memberikan petunjuk
mengenai Ahlak yang murni. Akhlak kepada Tuhan, Akhlak kepada alam, dan akhlak
kepada sesama manusia, agar kehidupan manusia itu menjadi serasi, selaras, dan
seimbang mendatangkan rahmatal lil alamiin.
ketiga, Al-Qur’an memberikan
petunjuk mengenai syariat, dan hukum yang wajib diikuti oleh manusia dalam
hubungannya dengan Tuhan, dan hubungan dengan sesama manusia. Atau dengan kata lain,
Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus ditempuh
untuk mencari ridho Allah swt, mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Saudara-saudara Jamaah Jumat yang
Mulia.
Al-Qur’an adalah wahyu Allah, sejak
diturunkan sampai dunia ini kiamat, tetap terjamin dan terpelihara kemurnian
dan keasliannya dari gubahan dan kepalsuan, karena Allah yang menjaganya.
Sebagaimana firman Allah, pada Surat Al-Hij: 9 : INNAA NAKHNU NADJALNADZ DZIKRO WA INNAA LAHU LAKHAAFIDZHUUN
(sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya). Sehingga Allah memberikan tantangan kepada
siapa-siapa yang meragukan Al-Qur’an, untuk membuat dan menyusun lebih kurang
satu ayat yang sama dengan Al-Qur’an. Sebagaimana firman-Nya; (Al-Isro’:
88) QUL
LA’INIJTAMA’ATIL INSU WAL JINNU ‘ALAA ANYYAATUU BIMISYLI HAAJAL QUR’AN LA AYAA
TUUNA BIMISYLIHI (sesungguhnya jika Manusia dan Jin berkumpul sekalipun bekerja
sama untuk membuat yang serupa Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu
walaupun hanya membuat satu ayat saja yang serupa dengan Al-Qur’an). Selanjutnya
Allah menyatakan : DZALIKAL KITAABU LAA
ROIBA FIIHI HUDAL LILMUTTAQIIN (inilah kitab yang tidak ada keraguan, dan
menjadi petunjuk bagi orang-orang yang mau betaqwa)
Saudara-saudara Jamaah Jumat
yang mulia.
Bagaimana sikap ummat Islam terhadap
kitab sucinya? Suatu pertanyaan yang saat ini pantas untuk dipertanyakan.
Berapa banyak ummat Islam yang ada memiliki Kitab Al-Qur’an di rumahnya?. Berapa
banyak ummat Islam yang tidak dapat membaca Al-Qur’an?. Berapa banyak ummat
Islam yang mau membaca Al-Qur’an?. Dan berapa banyak ummat Islam yang bisa
memahami isi kandungan Al-qur’an?. Serta berapa banyak ummat Islam yang
mempedomani Al-Qur’an dalam kehidupannya?. Kebanyakan ummat Islam itu sendiri
yang tidak menghiraukan Al-Qur’an. Inilah keadaan ummat Islam terhadap
Al-Qur’an. Marilah kita mengajak diri kita masing-masing dan keluarga kita
untuk mencintai Al-Qur’an dalam artian, membaca dan mempelajarinya serta
menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan ini, agar memperoleh Ridho Allah
serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin ya Allah.
BAA ROKALLAHU
LII WA LAKUM FILQUR’ANIL KARIIM WA NAFA ‘ANII WA IYYAAKUM BIMAA FIIHI MINAL
AAYAATI WADZ DZIKRIL HAKIM, WA TAQOBBALALLAHU MINNAA WA MINKUM TILAA WA TAHU
INNAHU HUWAL ‘ADZIDJUL HAKIIM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar