Menanti, sendiri, sunyi sepi pun berserak.
Kesendirian pun memuncak rindu pun bergejolak. Sekiranya penantian ini bukan
pengharapan, maka aku tak akan pernah menanti, mungkin sejak kemarin, bahkan
kemarin. Lalu aku akan berpaling tersadarku, akulah yang memilih jalan ini,
memilih suratan nasib ku untuk tetap kembali. Ini semua kulakun buat saja demi
aku. Tetapi untuk orang-orang yang ada di sekitarnya, sekiranya penantian ini
bukan suatu kewajiban, maka aku takkan pernah menanti mungkin hari ini, esok,
atau lusa. Aku pasti mengingkarinya akulah yang menyurati takdir ku sendiri.
Sebagai seorang sahabat kita harus saling tolong - menolong kepada sesama ini kulakukan demi
persahabatan.
Kadang
terfikir oleh ku, lari dari kenyataan mengejar pertemuan untuk menepis
penantian, bukan hanya sekali, bahkan selalu sering aku berpikir. Di dunia ini
tidak ada yang tidak mungkin tetapi kembali tersadarku jangan untuk berlari sekedar melangkah saja
aku tak berani sebenar nya ketakutan ku beralasan aku takut jadi hancur
persahabatan kita demi ambisi penantian seorang sahabat sejak kecil.
Demi
kebahagiaan atas nama kesetiaan ku tidak akan sia-sia sebab dia sudah aku
anggap sebagai keluarga ku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar