Jumat, 03 Agustus 2012

GARA-GARA MEMAKAN BUAH APEL YANG BUKAN MILIKNYA



          Pagi itu, seorang pemuda yang tampan sedang berjalan-jalan di tepi sungai, tiba – tiba dilihat nya buah apel yang hanyut di sungai, lalu pemuda itu mengambilnya dan memakan buah apel tersebut, tiba-tiba terfikir di fikirannya “ini apel punya siapa?” lalu ia mencari pohon apel tersebut dikarnakan ia merasa bersalah ternyata jumpalah pohon apel tersebut, di lihatnya di situ ada sebuah rumah dan penghuninya bapak tua. Lalu ia mengaku kesalahannya bahwa ia memakan  apel itu. Lalu pak tua itu menjawab “ sebagai hukuman kau telah memakan buah apelku maka kamu akan ku suruh menjaga tanaman-tanaman ku selama 25 tahun , kemudian pemuda itu menyanggupinya, bekerjalah ia selama 25 tahun.
          Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, pemuda itu bekerja selama 25 tahun, kemudian pemuda tu menjumpai pak tua itu, pemuda itu berkata “pak! Saya telah bekerja selama 25 tahun, apakah saya di bebaskan?, lalu pak tua itu menjawab “kamu akan ku lepaskan  kalau kamu mau meikahi anakku!. Ternyata pak tua itu mempunyai anak, dan pemuda itu terkejut selama 25 tahun bekerja dia belum tahu pak tua itu mempunyai anak perempuan, kemudian pemuda itu, bertanya, “bagaimana cirri-ciri anak bapak? Bapak itu menjawab, anak saya tidak memunyai kaki, tangan, matanya buta, telinganya peka, tidak bisa bicara! Apakah kamu mau menjadi suami anakku. Pemuda itu menjawab, “ pemuda itu pun dengan tabah menerimanya, kemudian si bapak tua itu memanggil anaknya, keluarlah anaknya dengan wajah yang indah, kulitnya putih, mulus, kakinya ada, matanya bisa melihat, tangan nya ada, bisa berbicara, dan bisa mendengar. Lalu pemuda itu bertanya kepada si bapak “pak! Kenapa  anak bapak tidak sesuai dengan cirri-ciri yang tadi?  Maka sang bapak menjawab, “ saya bermaksud bahwa kaki anak saya mencuri, matanya tidak pernah melihat yang tidak baik dan mulutnya tidak pernah membicarakan orang lain, jadi saya beranggap anak saya suci. Jadi apakah kamu ingin menikahi anakku? Kemudian anak tu menikahi gadis itu, dan menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohah.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar