Pagi
itu, seorang pemuda yang tampan sedang berjalan-jalan di tepi sungai, tiba –
tiba dilihat nya buah apel yang hanyut di sungai, lalu pemuda itu mengambilnya
dan memakan buah apel tersebut, tiba-tiba terfikir di fikirannya “ini apel
punya siapa?” lalu ia mencari pohon apel tersebut dikarnakan ia merasa bersalah
ternyata jumpalah pohon apel tersebut, di lihatnya di situ ada sebuah rumah dan
penghuninya bapak tua. Lalu ia mengaku kesalahannya bahwa ia memakan apel itu. Lalu pak tua itu menjawab “ sebagai
hukuman kau telah memakan buah apelku maka kamu akan ku suruh menjaga
tanaman-tanaman ku selama 25 tahun , kemudian pemuda itu menyanggupinya,
bekerjalah ia selama 25 tahun.
Hari
demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, pemuda itu bekerja selama 25
tahun, kemudian pemuda tu menjumpai pak tua itu, pemuda itu berkata “pak! Saya
telah bekerja selama 25 tahun, apakah saya di bebaskan?, lalu pak tua itu
menjawab “kamu akan ku lepaskan kalau
kamu mau meikahi anakku!. Ternyata pak tua itu mempunyai anak, dan pemuda itu
terkejut selama 25 tahun bekerja dia belum tahu pak tua itu mempunyai anak
perempuan, kemudian pemuda itu, bertanya, “bagaimana cirri-ciri anak bapak? Bapak
itu menjawab, anak saya tidak memunyai kaki, tangan, matanya buta, telinganya
peka, tidak bisa bicara! Apakah kamu mau menjadi suami anakku. Pemuda itu
menjawab, “ pemuda itu pun dengan tabah menerimanya, kemudian si bapak tua itu
memanggil anaknya, keluarlah anaknya dengan wajah yang indah, kulitnya putih,
mulus, kakinya ada, matanya bisa melihat, tangan nya ada, bisa berbicara, dan
bisa mendengar. Lalu pemuda itu bertanya kepada si bapak “pak! Kenapa anak bapak tidak sesuai dengan cirri-ciri yang
tadi? Maka sang bapak menjawab, “ saya
bermaksud bahwa kaki anak saya mencuri, matanya tidak pernah melihat yang tidak
baik dan mulutnya tidak pernah membicarakan orang lain, jadi saya beranggap
anak saya suci. Jadi apakah kamu ingin menikahi anakku? Kemudian anak tu
menikahi gadis itu, dan menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah
warrohah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar