Terik
panas matahari seakan – akan menguras energi. Terlihat serang pemuda dengan
keledainya sedang berjalan – jalan di kebun anggur miliknya. Pemuda itu bernama
Uzair beliau adalah orang yang sangat di hormati banyak orang, baik, dan ia
adalah seorang non muslim. Saat Uzair sedang menuntun keledainya, ia mendengar
suara jeritan wanita yang meminta tolong, beliau menuju kearah sumber suara
itu, dan di temuinyalah sebuah kampung, yang terlihat sangat hancur, hingga ia
menyadari entah dimana ia berada yang
pasti itu bukan kampung nya! “dimana aku berada,,, baru kali ini aku menemukan kampung
seperti ini “ ujar Uzair, kampung tampak
habis terbakar, semua rumah-rumah, bangunan-bangunan hancur rata dengan tanah,
ia memandang di sekeliling nya dan berdo’a kepada Tuhan, “andai Engkau bisa
menunjukan kepada ku apa yang terjadi pada kampung ini aku akan mengikuti
kewajiban mu untuk masuk islam” karna peristiwa inilah yang bisa menggetarkan
hati nya, tiba-tiba Uzair merasa lemas, letih, lalu ia mengikat keledainya pada
suatu tiang, dan ia bersandar di dinding perumahan.
Lama
kelama’an Uzair tertidur sangat lelap dan sangat lama. Sehingga tubuh nya di
selimuti rumput yang menjalar, hingga sampai bertahun – tahun lamanya ia
tertidur, selama 100 thun sampai ia dinyatakan meninggal dunia, tanpa ada yang
mengetahuinya, tubuhnya hancur lebur,
begitu juga dengan keledainya. Tetapi anehnya Uzair bermimpi, bahwasannya ia
sedang berada di suatu tempat seperti tempat yang ia singgahi, ia melihat ada
seorang nenek tua yang sedang berdiri menghadap ke utara, lalu uzair bertanya
kepada nenek itu, “wahai nenek tua, tempat apakah ini dan dimana semua
penduduknya, kenapa tempat ini begitu hancur? Nenek itu menjawab “ini adalah
tempat bagi orang-orang kafir, dari itu akan kekafirannya, tuhan menurunkan
adzab ke kampong ini, sehingga kampung ini menjadi hancur lebur” Tapi! Kenapa
kau memandang ke arah utara,? Tanya Uzair? Nenek itu pun mejawab “karena di
sinilah letak kiblat ku kepada sang pencipta” lalu tiba-tiba jasad Uzair dan
keledainya kembali utuh seperti semula.
Uzair
memandang di sekeliling nya, ternyata sudah ada kota, perumahan di tempat ia
berdiri. “ya ampuuun… sudah berapa lama aku tertidur” ujar Uzair, lalu ia pun
meyadari apa yang telah di alami dalam mimpinya . “ternyata itu sebab nya
terjadinya kehancuran pada kampung ini” lalu ia segera bergegas pergi dari
kampung ini menuju ke kampungnya. Sesampainya di kampungnya!, Uzair bertemu
dengan seorang nenek tua, “nenek ini seerti yang ada di dalam mimpi ku”. Lalu
Uzair bertanya, “wahai nenek tua apakah ini kampung kurma?” nenek itu menjawab
“ ia. Benar” siapakah engkau? Tanya embali nenek itu? “Aku adalah uzair” ujar
uzair. Tiba-tiba nenek itu menangis histeris, ia memeluk Uzair dan berkata
“apakah engkau Uzair yang selama 100 tahun menghilang? Tanya si nenek,
“ya…benar” ujar Uzair. Ternyata seluruh kampung telah menanti-nantikan Uzair.
Teringat akan janjinya Uzair akan masuk islam, ia menemuai ahli ibadah, untuk
memasukan uzair kedalam agama islam. Dengan kalimat syahadatain, uzair
dinyatakan sebagai seorang muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar