Jumat, 03 Agustus 2012

PEMUDA BERNAMA UZAIR



            Terik panas matahari seakan – akan menguras energi. Terlihat serang pemuda dengan keledainya sedang berjalan – jalan di kebun anggur miliknya. Pemuda itu bernama Uzair beliau adalah orang yang sangat di hormati banyak orang, baik, dan ia adalah seorang non muslim. Saat Uzair sedang menuntun keledainya, ia mendengar suara jeritan wanita yang meminta tolong, beliau menuju kearah sumber suara itu, dan di temuinyalah sebuah kampung, yang terlihat sangat hancur, hingga ia menyadari entah dimana ia berada  yang pasti itu bukan kampung nya! “dimana aku berada,,, baru kali ini aku menemukan kampung seperti ini “ ujar Uzair, kampung  tampak habis terbakar, semua rumah-rumah, bangunan-bangunan hancur rata dengan tanah, ia memandang di sekeliling nya dan berdo’a kepada Tuhan, “andai Engkau bisa menunjukan kepada ku apa yang terjadi pada kampung ini aku akan mengikuti kewajiban mu untuk masuk islam” karna peristiwa inilah yang bisa menggetarkan hati nya, tiba-tiba Uzair merasa lemas, letih, lalu ia mengikat keledainya pada suatu tiang, dan ia bersandar di dinding perumahan.
            Lama kelama’an Uzair tertidur sangat lelap dan sangat lama. Sehingga tubuh nya di selimuti rumput yang menjalar, hingga sampai bertahun – tahun lamanya ia tertidur, selama 100 thun sampai ia dinyatakan meninggal dunia, tanpa ada yang mengetahuinya,  tubuhnya hancur lebur, begitu juga dengan keledainya. Tetapi anehnya Uzair bermimpi, bahwasannya ia sedang berada di suatu tempat seperti tempat yang ia singgahi, ia melihat ada seorang nenek tua yang sedang berdiri menghadap ke utara, lalu uzair bertanya kepada nenek itu, “wahai nenek tua, tempat apakah ini dan dimana semua penduduknya, kenapa tempat ini begitu hancur? Nenek itu menjawab “ini adalah tempat bagi orang-orang kafir, dari itu akan kekafirannya, tuhan menurunkan adzab ke kampong ini, sehingga kampung ini menjadi hancur lebur” Tapi! Kenapa kau memandang ke arah utara,? Tanya Uzair? Nenek itu pun mejawab “karena di sinilah letak kiblat ku kepada sang pencipta” lalu tiba-tiba jasad Uzair dan keledainya kembali utuh seperti semula.
            Uzair memandang di sekeliling nya, ternyata sudah ada kota, perumahan di tempat ia berdiri. “ya ampuuun… sudah berapa lama aku tertidur” ujar Uzair, lalu ia pun meyadari apa yang telah di alami dalam mimpinya . “ternyata itu sebab nya terjadinya kehancuran pada kampung ini” lalu ia segera bergegas pergi dari kampung ini menuju ke kampungnya. Sesampainya di kampungnya!, Uzair bertemu dengan seorang nenek tua, “nenek ini seerti yang ada di dalam mimpi ku”. Lalu Uzair bertanya, “wahai nenek tua apakah ini kampung kurma?” nenek itu menjawab “ ia. Benar” siapakah engkau? Tanya embali nenek itu? “Aku adalah uzair” ujar uzair. Tiba-tiba nenek itu menangis histeris, ia memeluk Uzair dan berkata “apakah engkau Uzair yang selama 100 tahun menghilang? Tanya si nenek, “ya…benar” ujar Uzair. Ternyata seluruh kampung telah menanti-nantikan Uzair. Teringat akan janjinya Uzair akan masuk islam, ia menemuai ahli ibadah, untuk memasukan uzair kedalam agama islam. Dengan kalimat syahadatain, uzair dinyatakan sebagai seorang muslim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar